Saturday, October 12, 2019

CEGAH dan BERDAYA (Games 9) : MEMBUAT PERSONAL HOME CARE


Bismillahirrahmanirrahim



Kuliah ke 9 di Kelas Belajar Zero Waste adalah mempelajari tentang pembuatan produk-produk yang digunakan untuk merawat tubuh dan juga segala macam pembersih rumah tangga. Lalu pertanyaan yang biasanya terlintas di benak adalah kenapa sih kita harus belajar berdaya untuk membuat produk pembersih atau perawatan tubuh sendiri? Karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa produk pembersih pabrikan banyak mengandung bahan kimia yang merugikan lingkungan, dan seperti yang sudah kita saksikan sendiri bagaimana kondisi lingkungan kita saat ini? 

Bicara mengenai pembersih pabrikan, aku dengan tidak bangga mengakui bahwa masih menggunakan pembersih pabrikan, karena apa? Karena aku pernah bikin enzym cleanser tapi gagal sodara-sodara. Ga enak baunyaaa, terus aku trauma gitu, pas bikin pas hamil buesar, pakainya pas adek udah lahir. Habis itu karena baunya ga enak aku jadi mager bikin lagi. Jadi aku pakai lagi dah tuh pembersih pabrikan. Hmm sungguh sikapku ini ga boleh dicontoh ya. 
Tapi aku sudah coba tuh, mencuci pakai Uyah grosok alias garam kasar itu, jadi lebih bersih. Garam kasar ini pun kugunakan untuk mencuci buah dan sayur, barengan sama cuka apel. 



The update news, unfortunately, setelah mengikuti materi pelajaran ke-10 mengenai ketahanan pangan dari mba Sita, aku baru tahu kalau ternyata mencuci sayur dan buah dengan garam kasar, cuka apel, lemon, dan lain-lain sejenisnya untuk menghilangkan sisa racun pestisida, tidak akan bisa benar-benar menghilangkan residu pestisida tersebut apabila ternyata sayur dan buah tadi telah terpapar pestisida kimiawi secara massive dari awal mula mereka ditanam. Waiyakah? kenapa ko gitu? karena mereka sudah menyerap sampai ke dalam-dalamnya sayuran dan buah tersebut. yhaaaaa sayang banget ya, kecuali mungkin kita bisa yakin bahwa sayur dan buah non organik tadi tidak disemprot pestisida kimiawi secara berlebihan.


Kembali lagi ke topik, tugas kelas berdaya kali ini adalah membuat pembersih dan personal care sendiri, di kelasku banyak kawan2 yg sudah bisa membuat sabun sendiri, yg bisa digunakan untuk mandi, sampoan, sabun muka juga. All in one gaes. Aku belum bisa dong bikin sabun sendiri, baru bisa beli ke kawan aku yg rajin dan kreatif ini @widi.sucwid 
Terus ya sebagai amatir aku baru bisa bikin body scrub dan lip scrub ini hehe, bikos cepet bikinnya dan sudah terbukti ampuhnya dari jaman ABG dulu. Dulu waktu SMA aku pakai kopi buat scrub 






Sekarang, karena sudah belajar di kelas BZW dan punya kawan-kawan dan mentor yg mendampingi, Insyaa Allah akan mulai belajar lagi dong membuat berbagai pembersih alami, membuat produk perawatan alami juga. Ga muluk-muluk buat orang lain, buat keluarga dan diri sendiri dulu aja, mengamalkan sendiri dulu. Sekecil apapun usaha kita, Insyaa Allah membawa perubahan di lingkungan. Semoga nanti suatu hari aku bisa share lagi produk-produk lain yang ramah lingkungan dan minim sampah tentunya. Biidznillah ❤️❤️

Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhaL


Guna Ulang Wadah Kaca


Bismillahirahmanirahiim

Kapan hari aku dikirimin wadah kaca dari kawanku yang biasa konsumsi madu ini. Konon katanya dia punya stok banyak. Alhamdulillah rezeki namanya karena bisa menghemat cost pembelian wadah kaca untuk penyimpanan. Selain itu jadinya ga mubazir dari sisi mba Sari nya Insyaa Allah, botol ini masih bisa memberikan manfaat bagi kami, ndak jadi tumpukan kaca nganggur aja Alhamdulillah.

Terus emang ga boleh gitu kalau mau beli wadah yg gemes2 di IKEA atau ACE itu? Wooyaaboleeee lah, bole banget dong. Bebas kembali sama dompet masing-masing hehehe. Akan tetapi sebenarnya kalau kita mau memulai menerapkan less waste untuk kemudian menuju zero waste, sebaiknya kita memaksimalkan fungsi dari wadah-wadah yang kita punya, kaya misalnya nih Tupperware koleksi dari jaman baheula, (iya aku beli Tupperware pas baru nikah, kepakenya baru sekarang tuh di foto terakhir hahaha 😆



Nah nanti kalau benda2 tersebut sudah sampai di masa pakainya, sudah aus lah, fungsinya udah berkurang, baru deh kalau ada rezeki kita beli yg kece-kece tuh. (Ngomong sama kaca buk, iya ko ngomongin diri sendiri)
Di foto ini, aku guna ulang wadah madu untuk belanja kurma di Lulu, 20ribu sajo untuk 200 gr kurma Khalas. Botol kaca bekas selai dipakai untuk bawa bumbu pecel bekal paksu. Alhamdulillah terbukti leak proof.




Lalu untuk botol madu hutan Sumatera yg kami beli di kawan ayah, biasanya botolnya kami pakai untuk wadah minyak. Tapi makin lama makin banyak nih botolnya di rumah. Alhamdulillah kabar baiknya ternyata mbak penjual bisa memberikan isi ulang madu saat kita membeli madunya. Untuk teman-teman yang tinggal di sekitar Cimone, Perum, Karawaci, bisa menghubungi mbak Ica kalau mau beli madu hutan Sumatera yang lebih packaging friendly. 
Ndak usah beli online jauh-jauh atau madu import, karena yang lokal juga Insyaa Allah sama bagusnya, selain minim jejak karbon, kita juga bisa mensupport bisnis lokal.  
Jadi kamu beli madunya jauh gak nih gaes hehehe.

Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhaL




Tuesday, September 24, 2019

Belajar Zerowaste : Games 8 - Carbon Footprint

Bismillahirahmanirahiim,


Belajar tentang carbon footprint atau jejak karbon yang dihasilkan oleh setiap kita. Hmmm aku sudah pernah denger tentang jejak carbon ini, tapiiii baru pahamnya ya baru-baru ini aja. Sejak kenalan sama belajar zero waste. Kalau teman-teman sudah pernah dengar atau paham dengan istilah carbon footprint ini?



Sekilas yang aku tahu carbon footprint atau jejak karbon ini adalah besaran emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh individu dalam kegiatan yang dilakukannya sehari-hari. Carbon footprint tentu saja juga dihasilkan oleh organisasi dalam kegiatannya menyelenggarakan event-event, atau juga ketika membuat produk.

Apakah kegiatan kita sehari-hari mengakibatkan efek gas rumah kaca? Otentu saja, kenyamanan hidup bagi manusia modern seperti kita inilah yang mendorong lahirnya kebiasaan hidup yang berdampak baik secara langsung ataupjn tidak langsung terhadap lingkungan kita. Misalnya saja, penggunaan kendaraan pribadi kemanapun dan kapanpun. Tidak dapat dipungkiri bahwa membawa kendaraan pribadi sangat nyaman, begitu kita pikir, dan jutaan orang berpikiran sama dengan kita, sehingga volume kendaraan pribadi yang meningkat, mengakibatkan kemacetan, dan sudah tentu meningkatnya polusi udara. Ini adalah salah satu penyebab. 


sumber foto : quiz ecological footprint

.
Selain itu penggunaan alat elektronik rumah tangga yang berbasis listrik, listrik yg digunakan menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam), ini adalah salah dua penyebab juga meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca yang menumpuk di atmosfer bumi, yang akhirnya terjadilah fenomena pemanasan global.


sumber foto : quiz ecological footprint

.
Pemanasan global bukanlah isu baru lagi yang kita dengar, isu ini sudah sejak lama kita dengar, mungkin dari aku smp sudah dengar tentang pemanasan global, hanya saja perhatian kita masih kurang karena belum terlalu terlihat dampaknya secara langsung. Namun hari ini, kita bisa merasakan dampaknya secara langsung, secara nyata di hadapan kita sendiri ya. Aduduuuu kalau kita merasa sudah sangat tidak nyaman dengan keadaan ini, gimana dengan anak-anak kita di masa yg akan datang?

Hampir seluruh kegiatan kita sehari-hari menyumbang kenaikan emisi gas rumah kaca di atmosfer. Lalu apa sajakah emisi karbon yang kita hasilkan? Menurut United Nation Framework Conventiin on Climate Change (UNFCCC) ada 6 jenis gas rumah kaca yang kita hasilkan, yaitu sebagai berikut :
- Karbondioksida (CO2)
- Metana (CH4)
- Nitro oksida (N2O)
- Sulfur hexafluoride (SF6)
- Perfluorocarbons (PFCs)
- Hydrofluorocarbons (HFCs)

Namanya ribet banget ya, kira-kira dari nama2 gas yang ribet tadi, yang paling sering kita dengar adalah karbondioksida dan gas metana. Wooojelas paling sering didengar, karena kita nafas aja menghasilkan karbondioksida 🤭🤭..kalau gas metan atau metana, si Meta ini dihasilkan dari timbunan sisa konsumsi organik non organik yang kita kirimkan ke TPU.


sumber foto : website jagad.id

.
Lebih jelasnya, aku mengutip dari Wikipedia, bahwa kita si manusia modern telah meningkatkan sumbangan berupa karbondioksida melalui pembakaran bahan bakar fosil yang dihasilkan dari pemakaian listrik, penggunaan bensil dan solar sebagai bahan bakar utama kendaraan kita. Pada saat yang sama juga jumlah pepohonan yang berperan penting dalam menyerap karbondioksida tadi sudah semakin berkurang. .

Masih terpampang jelas hutan-hutan dan lahan yang terbakar di depan layar gawai kita, masih juga terasa oleh saudara2 kita panasnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di berbagai kawasan di luar Jawa sana, juga di Brazil dan Rusia beberapa waktu lalu. Ternyata kita yang sedang duduk-duduk pegang gawai ini juga berperan secara tidak langsung dalam terjadinya kabut asap dan juga sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar ya. 

Selain itu, gas Metana juga sering kita dengar ya akhir-akhir ini. Dari kegiatan kita yang macam apa yang menghasilkan gas Metana? Pertama, kita kenalan dulu aja dengan si Meta ini, jadi gas metan atau metana adalah salah satu jenis gas alam yang digunakan untuk pembakaran. Biasanya dalam industri gas metana digunakan dalam bentuk cair yang dibekukan. 
Konsentrasi metana di dara sebenarnya sudah dapat dikontrol secara alami, akan tetapi saat ini dikarenakan banyaknya aktivitas manusia modern yang menghasilkan gas metan berlebih, maka saat ini gas metan menjadi salah satu unsur yang menyumbang peningkatan gas rumah kaca. 
Sisa konsumsi organik dan anorganik yang tidak dapat diolah, kemudian bertumpuk menjadi gunungan di berbagai TPA di seluruh penjuru negeri, juga tumpukan kotoran hewan ternak (dalam hal ini contohnya adalah sapi) menjadi beberapa penyebab bertambah banyaknya gas metana. 

Walaupun termasuk gas yang berbahaya, akan tetapi saat ini sudah banyak pihak yang peduli lingkungan bergerak untuk memanfaatkan gas metana yang dihasilkan di peternakan untuk menjadi sumber energi terbarukan, yaitu biogas. Berikut ini ilustrasi pemanfaatan gas metana yang dihasilkan dari kotoran sapi di sebuah peternakan. 



sumber foto : website agroteknologi.id

Ternyata, kalau kita renungkan lagi, hampir seluruh kegiatan kita menghasilkan jejak karbon yang waaaw luar biasa ya. Untuk menghitung jejak karbon dalam kegiatan rumah tangga kita, kalian bisa menggunakan kalkulator jejak karbon, silahkan googling dengan keyword kalkulator jejak karbon ya. Tentu saja kita bisa berpartisipas dalam mengurangi jejak karbon kita yang bisa membawa dampak lebih baik bagi lingkungan kita. Ga usah mikir terlalu ribet, kita coba kurangi dari hal yang paling kecil dan bisa kita lakukan, yaitu menghemat pemakaian listrik. Langkah lainnya bisa kita pelajari dulu untuk kemudian kita praktekkan sesuai kemampuan kita sendiri. Ga usah ngoyo, yang penting kita mulai aja dulu yuk. Semangat gaeees, agar anak cucu kita masih bisa merasakan kehidupan yang baik. Aamiin.

Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhal


Saturday, September 21, 2019

Game Level 12 - Keluarga Multimedia : Aplikasi Muslim Pro

Bismillahirahmanirahiim,

Last but not least, aplikasi Muslim Pro, aplikasi yang kugunakan untuk dzikir pagi dan petang juga intip-intip doa harian. Insyaa Allah di aplikasi Muslim Pro ini sudah sesuai dengan Quran dan Sunnah.



logo aplikasi Muslim Pro

Berikut fitur yang ada di aplikasi Muslim Pro


Menu yang dapat digunakan


Reminder ayat harian agar kita selalu m
Qur'an minimal 1 ayat per hari


Pilihan menu Asmaul Husna

Kalau teman-teman pakai aplikasi sejenis ini juga kah?
Sekian reviewnya yaaa, kurasa aplikasi ini adalah aplikasi sejuta umat yang dimiliki banyak orang karena fiturnya bermanfaat semuaaaa. Semoga bermanfaat.


Wassalamu'alaikum
Ibuknya KhaiKhal
-dian-


Friday, September 20, 2019

Game Level 12 - Keluarga Multimedia : Website Islamic Homeschooling

Bismillahirahmanirahiim,

Di antara banyak referensi menjalankan homeschooling yang bertebaran di dunia maya, aku memiliki website favorit untuk menjadi rujukan materi. Di antaranya adalah sebagai berikut ini

Noorjan Homescooling adalah blog yang dijalankan oleh seorang ibu dengan empat orang anak yang semuanya homeschool. Di blog Noorjan homeschool juga suka membagikan free printables untuk berbagai macam aktivitas. Biasanya aku menjadikannya referensi yang kusesuaikan dengan kebutuhan akak dan diubah dalam bahasa Indonesia tentunya. 



Noorjan Homeschool

Berikutnya adalah blognya Sabumi Homeschooling. Sabumi ini isinya seru, aku suka blogwalking di Sabumi ini, mencari-cari ide belajar buat akak, juga membaca cerita dari para pelaku homeschooling yang sudah setara SMU. 



Sabumi Homeschooling

 Sudah pernah mampir ke blog mereka belum? Coba deh intip-intip, cukup menarik dan inspiratif untuk dijadikan referensi bagi teman-teman yang akan memilih homeschooling. Dari kedua web blog ini aku banyak belajar dan mendapat informasi termasuk untuk nanti ketika akak melanjutkan setara SMP SMU. 

Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhal



Belajar Zero Waste : My Super duper easy lazy composter


Bismillahirrahmanirrahim


Games 5 yang udah seminggu ini berjalan, tapi aku baru ngerjainnya dibagi 2. Qodarullah minggu lalu sakit, ga punya tenaga buat melubangi ember yang akan dijadikan wadah komposter 😂. Nah jadinya minggu lalu mengamati komposter super malaaaas yg udah digunakan dari kemarin-kemarin. Baru deh minggu ini eksekusi compost bin baru. .





Kurang lebih setahun dua tahun terakhir pasti udah sering ya denger kata kompos, ngompos, composting, composter dan lain-lain seputar itu ya. Udah pernah coba bikin? Udah lah ya tentunya. Kalau aku baru mulai bikin nih, (kadang segala sesuatu yg baru itu suka nunggu aha moment, nunggu trigger yang tepat ya buat dieksekusi. Dan tiap orang beda-beda hihihi). Ikut-ikutan kah? Ndaaaak papaaaa, kalau ikut2an yg baik why not ya. Apalagi buat tempat tinggal kita sendiri, planet biru yang cuma sebiji-ini-ga-ada-duanya.


So gaes, ini adalah komposter pertama di rumah kami. Kalau kata mba Dini, easy lazy Composter. Kenapa aku pilih cara ngompos seperti ini, ya karena ini super gampil bikinnya, sebenernya metodenya sama dengan yang kugunakan sebelum-sebelumnya, yaitu auto throw ke pot tanaman di rumah. Hanya saja komposter yang ini, aku buat di ukuran wadah yang lebih besar, dengan banyak lubang di sekelilingnya.


compost bin baru dengan ukuran 30 liter
Untuk isinya, aku menggunakan stok tanah mixmedia yg aku beli di famorganic, tanahnya sudah kaya nutrisi dan tambahan pupuk kascing, (kalau di resep Composter mba Dini pakai pupuk kandang) fungsi pupuk kadang sendiri untuk mempercepat penguraian, kalau ga ada pun gpp, hanya berbeda di waktu penguraian aja. Nah aku pakai pupuk kascing ini belum tau seperti apa kecepatan penguraian sisa organik yang kumasukkan. 


starter kompos yang kubuat dengan komposisi minimalis

hasil lazy composter, bibit alpukat mentega 
dan mint yang rimbun 

Kurang lebih sudah dua minggu berjalan komposter minimalis ini, Alhamdulillah belum bertemu masalah berarti. Dari aromanya masih aman-aman saja, masih wangi jeruk-jerukan. Dan tanahnya hangat juga berwarna kehitaman. 
Untuk selanjutnya, rencanaku mau membuat lubang biopori, tapi masih ada kendala, yaitu suami yang lagi sibuk dan ada pengganggu muncul, tikus yang mondar mandir menggali tanah di kebun setiap malam, padahal belum ada tulang belulang yang kami buang sembarangan juga, entah kenapa tikus ini rajin banget menggali lubang-lubang di kebun. Tikus ini datangnya dari tetangga sebelah yang punya kebun juga, manjat lewat sulur-sulur pohon sirih. 

Sekian dulu update dari komposter minimalisku. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhal





Thursday, September 19, 2019

Game Level 12 - Keluarga Multimedia : Akun Istagram dengan tema Islamic Parenting

Bismillahirahmanirahiim,

Review kedelapan adalah tentang akun instagram dengan tema Islamic Parenting. Ada banyak juga akun yang bertemakan parenting, tapi aku memilih akun ini untuk sumber referensiku dalam belajar parenting dikarenakan sesuai dengan visi misi keluarga kami.

Salah satu yang aku review adalah akun Instagram Madrasah Pertama, dari akun ini aku belajar lagi mengenai parenting Nabawiyah, di mana cara mendidik anak mengikuti apa yang sudah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam contohkan. Dimulai dari informasi mengenai kesalahan dalam mendidik anak usia dini, penanaman aqidah pada anak, dan lain-lain dijelaskan dengan baik. Sayangnya home basenya di Surabaya, jadi kalau mau ikutan dauroh parentingnya masih jauh huhuhu. Semoga ada rezeki bisa ikutan kapan-kapan.




Akun Instagram Madrasah Pertama

Perjalanan mencari bekal parenting masih jauh, semoga Allah mudahkan untuk istiqqomah belajar dan mengaplikasikan pada keluarga. Bismillah. 
Semoga bermanfaat ya review kali ini.

Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhal



Game Level 12 - Keluarga Multimedia : Instagram akun dengan tema Resep Masakan

Bismillahirahmanirahiim,

Review ketujuh adalah tentang berbagai akun yang menampilkan aneka macam resep masakan. Dari segi photography nya sampai dengan detail resep dan cara memasaknya. Alhamdulillah banget akun-akun seperti ini membuat istri makin disayang suaminya hehehe.

Dari banyaknya akun dengan tema ini, beberapa di antaranya yang aku follow adalah akun Instagram Bu Anita Joyo


Instagram Anita Joyo

Instagram bu Anita ini selain menampilkan foto-foto yang keren, juga resep masakan yang Arema banget, karena itulah aku follow, karena satu kampung dan resep masakannya mengingatkanku akan masa kecilku dulu. Sekalian bernostalgia bisa masak makanan yang dulu biasa dimasak oleh Ibukku dan para mbah putri Rahimahullah. 

Ada juga akun instagram mba Icha Irawan, yang resepnya ada menu-menu dari Padang, yang ini karena suamiku orang Padang, jadi bisalah intip-intip resep mba Icha untuk dieksekusi. 


Instagram Icha Irawan

Selain itu ada akun istagram Kummelissa, yang spesialis ide bekal ke kantor. Untuk suami tersayang, nah Qodarullah jadi makin rajin membawakan bekal untuk bapake ke kantor sejak lihat-lihat akun yang menyiapkan menu bekal seperti mba Mel ini.


Instagram akun Kummelissa

Dipicu oleh akun-akun masak masak ini, aku jadi semangat memasak lagi, Alhamdulillah sejak belajar zerowaste, aku jadi berusaha untuk memasak bekal supaya anak-anak dan suami kalau pergi-pergi jadi mengurangi jajan yang menggunakan kemasan sekali pakai. Bismillah semoga makin istiqomah belajar memasaknya, supaya bisa hemat-hemat juga ga jajan melulu. Jazakunnallah khairan katsir mbak-mbak dan ibu-ibu yang suka share resep masakan beserta berbagai tips dan trik memasaknya. Semoga jadi ladang pahala. Aamiin.

Ah iya, bekal bapake yang baru mulai ini suka ku-upload di akun ini, isinya upload suka-suka aja.


Akun ig ku throughthepen

Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhal


Game Level 12 : Keluarga Multimedia - Aplikasi Canva

Bismillahirahmanirahiim,

Review keenam adalah tentang aplikasi design Canva. Pasti sudah banyak yang menggunakan ya. Karena Canva ini selain desainnya kece-kece, juga menyediakan berbagai jenis template desain untuk berbagai platform sosial media. Karena aku hanya menggunakan instagram, jadi seringnya aku pakai  template desain yang sudah ada untuk ig story ku hehehe..


logo aplikasi Canva


Main-main di canva ini seru, sebagai orang yang cupu dalam hal desain sepertiku ini, jadi bisa bikin igs yang lumayan ena dilihat buatku wkwkwkwk..



Templates yang tersedia untuk berbagai macam kebutuhan



Tapi sayangnya ya, si Canva ini bannyak mengiklankan juga foto-foto dan desain yang mengandung unsur LGBT. Saaaad ya buibu. 
Anyway, ini hasil utak atik Canva buat igstory hehehe. Terima kasih Canva




Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhal


Game Level 12 - Keluarga Multimedia - Aplikasi Photo Editor Snapseed

Bismillahirahmanirahiim,

Review aplikasi hari ke lima ini adalah aplikasi photo editor yang kugunakan, namanya Snapseed.

logo snapseed

Seringkali, gambar yang kuambil kurang cerah, atau bahkan terkesan gelap. Untuk itu aku menggunakan aplikasi ini untuk mencerahkan gambar, juga sedikit naik turunkan tone warnanya. Kurang lebih seperti ini lah hasil edit menggunakan snapseed.


sebelum edit dengan snapseed


setelah edit dengan snapseed

Selain edit foto seperti di atas aku kurang tertarik untuk mencoba eksplore fitur lainnya hihihi. Buatku ini sudah cukup memenuhi kebutuhanku akan edit foto. Soalnya jarang banget bisa ngulik sampai ke dalam-dalamnya sebuah aplikasi, karena eh karena anak-anak suka udah heboh duluan minta ini itu. Sekian review aplikasi Snapseed, mohon maaf aku kurang bisa membuat tutorial secara tertulis. 

Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhal



Wednesday, September 18, 2019

Game Level 12 - Keluarga Multimedia : Aplikasi Tafsir Ibnu Katsir

Bismillahirahmanirahiim

Melanjutkan review dari tugas game level 12, kali ini aku mau cerita tentang aplikasi Tafsir Ibnu Katsir. Ada banyak aplikasi tafsir Ibnu Katsir yang tersedia di google play, tapi aku memilih untuk menggunakan apps dengan logo yang ini.

logo apps tafsir Ibnu Katsir 

Kebetulan sekali sedang membutuhkan karena berencana menambah frekuensi membaca tafsir, tentunya bukan untuk kemudian kumengerti sendirian. Alhamdulillah sekarang sudah banyak asatidz yang mengajarkan kajian tafsir, sambil dengerin kajiannya sambil dicari di apps. Alhamdulillah 'ala kulli haal. Aplikasi ini menampilkan tafsir per ayat dengan tampilan yang bisa kita sesuaikan dengan kenyamanan kita dalam memandanginya. Selain itu juga disediakan link yang menuju ke surat-surat yang mirip, bisa juga kita gunakan untuk belajar bahas arab sesuai kamus. Waw Masyaa Allah nikmatnya belajar zaman sekarang ya. Udah makin mudah seharusnya kita jadi makin rajin ya. *sigh,,aku masih sering kena penyakit Al-Malas bin ngeles mulu deh huhuhuhu Naudzubillah.


Konten yang disediakan aplikasi Tafsir Ibnu Katsir



Menu Home 

Tafsir yang dijelaskan per ayat 



Doa-doa pilihan




Aplikasi ini dilengkapi dengan menu doa-doa pilihan, jadwal adzan yang disesuaikan dengan wilayah kita berada, selain itu kita juga bisa menambahkan catatan dan tagging surat yang kita baca, agar lebih mudah kita memahami bacaannya. 
Masih perlu kujelajahi dan praktikan lebih lama supaya makin mengenal apps ini. Mudah-mudahan bisa makin memudahkan aku belajar. Aamiin.

Kalau kalian pakai aplikasi sejenis ini juga ga di gawai kalian? 

Wassalamualaikum,
Ibuknya KhaiKhaL